Penulis:
Yun Fitra Ayu , Destri Mairoza Syahrisal, Desi Dwisetiarezi, Femy Parlodji, Nira,S.Pd.I.M.Pd, Afryanche Nurjal, S.Pd, Riski Amelia, Witri Setiawati, Femi Dwi Handayani, Ria Susila Yenti, Reni Efilena, Rahmi Oktariza, Ivo Gana Rahayu.
Editor: Sukmawati
Halaman: 143 halaman
Sinopsis:
Buku antologi Bumi Matriarkat: Minangkabau Dulu, Kini dan Esok menyajikan eksplorasi mendalam dan multidimensi tentang Minangkabau, sebuah masyarakat yang unik di dunia karena menganut sistem kekerabatan matrilineal yang kuat. Minangkabau adalah sebuah anomali yang menarik, meskipun Islam merupakan agama yang dianut mayoritas, struktur sosial dan hukum adatnya khususnya dalam hal warisan dan kepemilikan tanah menempatkan perempuan sebagai poros silsilah keluarga (suků).
Buku ini mengupas secara komprehensif sistem matriarkat yang telah berjalan ribuan tahun ini berinteraksi dan berdialektika dengan syariat Islam, menciptakan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (Adat Berdasarkan Syariat, Syariat Berdasarkan Kitabullah) yang menjadi landasan hidup mereka.
Buku ini menganalisis secara kritis bagaimana peran laki-laki dalam ruang publik dan politik semakin besar, sementara perempuan terus berjuang mempertahankan otoritas mereka di ranah adat dan domestik. Perubahan pola pikir generasi muda Minang yang terpapar budaya luar Juga menjadi fokus, mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai matriarkat yang esensial akan bertahan di tengah arus modernisasi.
Bumi Matriarkat mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana sistem adat ini dapat bertransformasi dan relevan di era esok tanpa kehilangan esensinya. Pada akhimya, antologi ini merupakan sebuah seruan penting untuk menjaga, mengkaji ulang, dan merayakan warisan matriarkat yang luar biasa ini, memastikan bahwa kisah tentang Ranah Minang yang unik akan terus diceritakan, dipahami, dan diwariskan kepada generasi-generasi selanjutnya sebagar harta karun peradaban dunia





Reviews
There are no reviews yet.