Penulis:
Afryanche Nurjal, S.Pd., Desi Dwisetiarezi, S.Pd.I., M.Pd., Desi Dwisetiarezi, S.Pd.I., M.Pd., Destri Mairoza Syahrisal, Femy Parlodji, Femy Parlodji, Ivo Gana Rahayu, Nira, S.Pd.I., M.Pd, Rahmi Oktariza, Reni Efilenda, Ria Susila Yenti, Riski Amelia, Witri Setiawati, Yun Fitri Ayu
Halaman: 144 halaman
Blurb:
Buku antologi Bumi Matriarkat: Minangkabau Dulu, Kini dan Esok
menyajikan eksplorasi mendalam dan multidimensi tentang Minangkabau,
sebuah masyarakat yang unik di dunia karena menganut sistem
kekerabatan matrilineal yang kuat. Minangkabau adalah sebuah anomali
yang menarik; meskipun Islam merupakan agama yang dianut mayoritas,
struktur sosial dan hukum adatnya-khususriya dalam hal warisan dan
kepemilikan tanah-menempatkan perempuan sebagai poros sifsilah
keluarga (sukū).
Buku ini mengupas secara komprehensif sistem
matriarkat yang telah berjalan ribuan tahun ini berinteraksi dan
berdialektika dengan syariat Islam, menciptakan filosofi Adat Basandi
Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (Adat Berdasarkan Syariat, Syariat
Berdasarkan Kitabullah) yarış menjadi landasan hidup mereka.
Buku ini menganalisis secara kritis bagaimana peran laki inki dalam
ruang publik dan politik semakin besar, sementara perempuan terus
berjuang mempertahankan ototitas mereka di ranah adat dan domestik
Pembahan pola pikir generasi muda Minang yang terpapar budaya luar
Juga menjadı fokus, mempertanyakan sejauh mana nilai-nilai matriarkat
yang esensial akan bertahan di tengah arus modernisasi
Bumi Matriarkat mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana
sistem adat ini dapat bertransformasi dan relevan di era esok tanpa
kehilangan esensinya. Pada akhimya, antologi ini merupakan sebuah
seruan penting untuk menjaga, mengkaji ulang, dan merayakan warisan
matriarkat yang luar biasa ini, mernastikan bahwa kisah tentang Ranah
Minang yang unik akan terus diceritakan dipehami, dan diwariskankepada
generasi-generasi selanjutnya sebagal harta karun peradaban dunia:





Reviews
There are no reviews yet.