Penulis: Agi Mallangke
Halaman: 159 halaman
Sinopsis:
Ada masa ketika hidup terasa tidak berpihak. Harapan yang diperjuangkan dengan sungguh-sungguh justru berakhir sebagai kekecewaan. Luka datang dan perlahan kita mulai meragukan diri sendiri seolah semua usaha yang dilakukan tidak pernah benar-benar berarti. Lingkungan yang diharapkan jadi tempat aman, justru jadi tempat yang paling dihindari, menakutkan, banyak trauma disana, rasa ingin pergi, menjauh sejauh-jauhnya, bahkan untuk sekadar singgah. Orang-orang yang harusnya menjadi tempat bersandar justru jadi duri paling tajam dan kejam menghancurkan apa yang kita sebut harapan.
Mereka yang diharapkan bisa jadi tempat berkeluh kesah, justru menjadi pemeran antagonis dalam hidup yang kita usahakan. Rasanya makin kesini makin hilang rasa, hilang harapan, hilang segala yang mungkin selama ini menjadi satu-satunya alasan kita masih bertahan.
Di titik tertentu, kita mulai bertanya dalam diam:
Apakah aku masih pantas bertahan di sini?
Apakah semua ini masih layak diperjuangkan?
Atau mungkin sejak awal aku tidak seharusnya berada
di tempat ini?
Buku ini hadir sebagai refleksi tentang perjalanan batin manusia dalam menghadapi pemikiran dan perasaan negatif akan diri sendiri karena tekanan hidup, ekspektasi sosial, yang menyebabkan pergulatan batin untuk menerima kenyataan bahwa hidup memang tidak selalu berjalan sesuai harapan, ada hal-hal yang tidak dapat kita ubah, seperti masa lalu tidak bisa diulang, tetapi makna dari setiap peristiwa selalu bisa kita tulis kembali.
Percayalah, selalu ada harapan walau keadaan tidak selalu sesuai harapan, selalu ada pilihan untuk baik-baik saja.






Reviews
There are no reviews yet.