Penulis: Desi Hardiyanti
Halaman: 186 halaman
Blurb:
Pencarian Tuhan bukanlah garis lurus menuju titik henti, melainkan rangkaian titik koma yang menolak menyudahi makna.
Di ambang batas, saat logika lumpuh dan raga lumat oleh derita, Tuhan tidak ditemukan dalam kenyamanan, melainkan dalam jeda napas yang hampir putus. la tidak menunggu di ketinggian langit, tapi di dasar reruntuhan ego, menjelma cahaya yang hanya bisa dilihat oleh mata yang pernah basah oleh kesunyian.
Buku ini adalah undangan bagi jiwa yang merasa selesai, namun dipaksa takdir untuk kembali melangkah. Sebuah memoar tentang cara mengubah rasa sakit menjadi ciuman Tuhan yang paling jujur





Reviews
There are no reviews yet.